Jumat, 01 Maret 2013

prinsip mengajar


PRINSIP MENGAJAR
Menurut Johan Amos Comenius Comenius (1592-1670)

1.    Pelajaran harus didasarkan pada minat siswa,  keberhasilan dalam belajar tidak karena dipaksakan dari luar, melainkan merupakan suatu hasil perkembangan dari dalam pribadinya.
2.  Pada waktu permulaan belajar, guru harus menyusun out line secara garis besar dari setiap mata pelajaran.
3.    Guru harus menyiapkan dan menyampaikan informasi tentang garis-garis besar pelajaran sebelum pelajaran dimulai, atau pada waktu permulaan pelajaran.
4. Kelas harus diisi dengan gambar-gambar, peta, motto, dan sejenisnya yang berkaitan dengan rencana pelajaran yang akan diberikan.
5.  Guru menyampaiakan pelajaran sedemikian rupa, sehingga pelajaran merupakan suatu kesatuan. Setiap pelajaran merupakan suatu keseimbangan dari pelajaran sebelumnya, dan untuk perkembangan pengetahuan secara terus-menerus.
6.  Apapun yang dilakukan guru, hendaknya membantu untuk pengembangan hakikat manusia. Kepada siswa ditunjukan kepentingan yang praktis dari setiap system nilai.
7.  Pelajaran dalam subjek yang sama diperuntukan bagi semua anak

Download

Rabu, 06 Februari 2013

type-type belajar


TYPE – TYPE BELAJAR
Menurut Robert M. Gagne (1916 - 2002)


Robert Gagne lahir tahun 1916 di North Andover, mendapatkan gelar A.B. pada Yale tahun 1937,  mendapat gelar Ph.D. dalam Psychology dari Universitas Brown  pada tahun 1940. Mengajar pada ConnecticutCollege for Women dari 1940-49 dan PennStateUniversity dari 1945-1946.

1.   Signal Learning (Belajar Isyarat)
Type belajar ini menyebutkan bahwa ternyata tidak semua reaksi sepontan manusia terhadap stimulus sebenarnya tidak menimbulkan respon. dalam konteks inilah signal learning terjadi.  Contoh :  seorang guru yang memberikan isyarat kepada muridnya yang gaduh dengan bahasa tubuh tangan diangkat kemudian diturunkan.

2.   Stimulus Respon (Stimulus Respons Learning)
Belajar tipe ini memberikan respon yang tepat terhadap stimulus yang diberikan. Reaksi yang tepat diberikan penguatan (reinforcement) sehingga terbentuk perilaku tertentu (shaping). Contoh : seorang guru memberikan suatu bentuk pertanyaan atau gambaran tentang sesuatu yang kemudian ditanggapi oleh muridnya. Guru memberi pertanyaan kemudian murid menjawab.
 3.   Chaining (Belajar Berantai)
Tipe ini merupakan belajar dengan membuat gerakan-gerakan motorik sehingga akhirnya membentuk rangkaian gerak dalam urutan tertentu. Contoh :  pengajaran tari atau senam yang dari awal membutuhkan proses-proses dan tahapan untuk mencapai tujuannya.

4.   Verbal Association (Belajar asosiasi verbal)
Tipe ini merupakan belajar menghubungkan suatu kata dengan suatu obyek yang berupa benda, orang atau kejadian dan merangkaikan sejumlah kata dalam urutan yang tepat. Contoh : Membuat langkah kerja dari suatu praktek dengan bntuan alat atau objek tertentu. Membuat prosedur dari praktek kayu.
 5.   Discrimination Learning  (Belajar membedakan)
Tipe belajar ini memberikan reaksi yang berbeda–beda pada stimulus yang mempunyai kesamaan. Contoh :  seorang guru memberikan sebuah bentuk pertanyaan dalam berupa kata-kata atau benda yang mempunyai jawaban yang mempunyai banyak versi tetapi masih dalam satu bagian dalam jawaban yang benar. Guru memberikan sebuah bentuk (kubus) siswa menerka ada yang bilang berbentuk kotak, seperti kotak kardus, kubus, dsb.
 6.   Concept Learning  (Belajar Konsep)
Belajar mengklsifikasikan stimulus, atau menempatkan obyek-obyek dalam kelompok tertentu yang membentuk suatu konsep. (konsep : satuan arti yang mewakili kesamaan ciri). Contoh :  memahami sebuah prosedur dalam suatu praktek atau juga teori. Memahami prosedur praktek uji bahan sebelum praktek, atau konsep dalam kuliah mekanika teknik.
 7.   Rule Learning  (Belajar Dalil)
Tipe ini meruoakan tipe belajar untuk menghasilkan aturan atau kaidah yang terdiri dari penggabungan beberapa konsep. Hubungan antara konsep biasanya dituangkan dalam bentuk kalimat. Contoh : Seorang guru memberikan hukuman kepada siswa yang tidak mengerjakan tugas yang merupakan kewajiban siswa, dalam hal itu hukuman diberikan supaya siswa tidak mengulangi kesalahannya.
 8.   Problem Solving  (Belajar Memecahkan Masalah) 
  Tipe ini merupakan tipe belajar yang menggabungkan beberapa kaidah untuk memecahkan masalah, sehingga terbentuk kaedah yang lebih tinggi (higher order rule). Contoh : Seorang guru memberikan kasus atau permasalahan kepada siswa-siswanya untuk memancing otak mereka mencari jawaban atau penyelesaian dari masalah tersebut

Sabtu, 26 Januari 2013

Terminologi Pembelajaran

-->



TERMINOLOGI PEMBELAJARAN
(Suyono & Haryono : 2011)

No
Terminologi
Deskripsi
Contoh
Keterangan
1
Pendekatan Pembalajarn
Latar pedagogis dan psikologis yang dilandasi filosofi pendidikan tertentu yang dipilih agar tujuan pembelajaran   dapat didekati secara optimal
Pendekatan CBSA, Pendekatan Keterampilan Proses, Pendekatan Salingtemas (sains, lingkungan, Tekhnologi, dan Masyarakat), Pendekatan Kontekstual
Filosofi yang digunakan adalah konstruktivisme dengan implementasi  student based learning
2
Strategi Pembelajaran
Rangkaian Kegiatan terkait dengan pengelolaan siswa, pengelolaan lingkungan belajar, pengelolaan sumber belajar, dan penilaian untuk mencapai tujuan pembelajaran
Colin marsh (2005) hanya menetapkan dua macam strategi, yakni teacher contered dan student contered

3
Metode Pembelajaran
Langkah-langka atau prosedur pembelajaran termasuk penilaian dalam rencana pembelajaran agar tujuan pembelajaran dapat tercapai
Metode exprimen, metode diskusi, metode karyawisata, metode proyek, metode pembelajaran kooperatif
Colin marsh (2005) menganggap pengertian metode pembelajaran sama saja dengan strategi pembelajaran
4
Model Pembelajaran
Model yang dipilih dalam pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran  dan dilaksanakan dengan suatu sintaks (langkah-langkah yang sistematis dan urut) tertentu.


5
Teknik Pembelajaran
Implementasi metode pembelajaran yang secara nyata berlangsung di dalam kelas, merupakan kiat atau taktik untuk mencapai tujuan pembelajaran
Teknik percobaan berujung  terbuka pada metode eksprimen  (open ended exprimen), teknik deduktif dan teknik induktif
Merupakan penjabaran dari strategi pembelajaran